Skip to main content

Kenapa Kita sering Kesal dan Gampang Marah??

Apa maksudnya ketika kita berkata kalau kita sakit hati? Atau tiba-tiba seseorang telah menyinggung perasaan atau mempermalukan kita? Apa maksudnya ketika kita menyebutkan sesuatu yang tak termaafkan atau seseorang bertindak kurang ajar atau tidak hormat?

Yang kita katakan sebenarnya adalah perilaku orang lain membuat kita seakan-akan mengalami luka emosinal. Begitu kan? OKe, bagus! Yang jadi pertanyaanya sekarang, yaitu: Mengapa kita terluka karena situasi seperti itu? Mengapa kita peduli? Ada bahkan yang mengatakan sakit hati saja tidak cukup, kalau perlu dibalas perbuatan makluk tersebut? nah ini coba jawab Mengapa lagi?

Mari kita pahami bersama pertanyaan-petanyaan mengapa ini.

Apakah kita merasa terganggu ketika seseorang pengemudi lain memotong jalan? Ataukah ketika seseorang menolak, mengabaikan atau mempermalukan kita? Atau mencuri, berbohong pada kita, atau menghianati kita? Tentu saja kita merasa sakit hati, tertipu, dan marah, tetapi pertanyaannya adalah Mengapa? pembelaan yang kita lakukan ketika dipermalukan dengan hina dan tidak hormat itu memang tidak salah juga, tetapi Mengapa itu mengganggu kita?

Mengapa kita sakit hati kalau tidak dihormati? Mengapa kita kesal jika ada orang yang menghina kita? Kita tidak berdarah kok, rugi pun tidak dan kita pun tidak terhalangi untuk tetap melanjutkan kehidupan kita. Meski demikian, hal itu penting dan kadang-kadang itu sangat penting. Jadi mari kita cari tahu mengapa kita peduli?

Jawabannya memang bervariatif, ada yang mengatakan “tergantung”, ada pula yang mengatakan “Harga diri mas”, ada pula yang "cuek aja tuh"..

Agar bahagia, punya banyak teman, dan seimbang secara psikologis, seseorang harus merasa nyaman dengan dirinya sendiri. Itu berarti kita harus mengerti dan menghargai diri kita sendiri. Dan, pengertian pada diri kita inilah yang disebut penghargaan diri. (jatuhnya ke Narsis donk..?? tidak berlebihan gitu juga siy..!!)

Saat ini banyak orang bersikeras bahwa yang kita butuhkan untuk merasa nyaman dengan diri kita sendiri adalah mendapatkan dosis penghargaan diri yang cukup, seolah-olah kita dapat memesannya dari daftar menu di McD’s atau KFC. Enak betul ya kalau bisa begitu. Tapi pengharggan diri tidak dapat diraih secara langsung, dan hanya dapat diperoleh melalui penghargaan diri. Mengapa? Jawabannya sederhana: “Karena jika kita tidak hormat terhadap diri sendiri, maka kita tidak bisa mencintai diri sendiri. Lalu mana ada yang mau mencintai kita?**seperti yang biasa ku tulis di status fb [respect yourself, respect others]**

Jika seseorang melakukan sesuatu pada kita yang dapat mengambil sebagian kendali atau kekuatan kita, kita marah. (Jika kita punya penghargaan diri yang rendah, maka kalimat ini benar). Berdasarkan definisi tersebut, kita merasa tidak memegang kendali, bahkan merasa dipermainkan dan diperbudak. Dan kita akan sangat murka dan mungkin akan mengutuk dengan berbagai sumpah serapah, bahkan kadang bahasa kebun suka terceplos kita keluarkan jika seseorang merampas beberapa tetes kemandirian dan kekuatan kita yang tersisa, perasaan bahwa kitalah yang memegang kendali.
(Jika Anda melihat hanya sekilas dalam paragraph ini, tolong baca kembali, karena ini adalah pondasi dari semua konflik inter-personal)

Kita tahu ini: Semakin tinggi penghargaan diri seseorang, maka akan semakin JARANG dia marah dalam setiap situasi negative yang dihadapinya.

KETIKA KITA TIDAK MENGHORMATI DIRI KITA, KITA TIDAK BISA MENCINTAI DIRI DENGAN TULUS, MAKA KITA MENCARI CINTA DARI ORANG LAIN UNTUK MENGISI KEKOSONGAN ITU.

Cinta ini yang kita butuhkan datang dalam bungkus peghormatan. Jika orang lain hormat pada kita, maka kita merasa bahwa kita dapat menghormati diri kita, karena kita “merubah” rasa hormat mereka menjadi kecintaan diri. Penghargaan diri dan ego keduanya berputar pada poros penghormatan-diri. Kita membutuhkan ini dari satu tempat, dan jika kita tidak mendapatkannya dari diri kita sendiri, maka kita mencarinya dari orang lain. Dan inilah alasannya mengapa kita sering kali kecewa dan marah jika ada orang yang tidak menghargai dan menghina diri kita.
Semoga kita senantiasa menjaga dan memupuk penghargaan diri kita dan kecintaan terhadap diri, karena itu adalah sumber penghormatan-diri. Memaafkan diri sendiri atas apa yang telah terjadi serta memperbaiki apa yang kita lakukan saat ini dan juga apa yang akan kita lakukan nanti adalah langkah utamanya.

PARADOKS RASA HORMAT

Agar dihormati, orang-orang dengan penghargaan-diri yang rendah akan melakukan tindakan-tindakan yang justru membuat orang lain kehilangan rasa hormat pada mereka. Mereka menyombongkan diri sendiri dan pongah. Mereka cepat berprasangka buruk, bergosip, mengkritik, dan mempermalukan orang lain. Padalhal, tidak ada orang yang menghormati kita jika kita suka mengecewakan orang lain dan terus menerus meminta persetujuan dari orang-orang disekeliling kita. Orang lain tidak hanya akan merendahkannya, tetapi dia pun akhirnya akan semakin tidak nyaman dengan dirinya sendiri. Ingat, karena kita mendapatkan penghormatan-diri dengan melalukan apa yang kita tahu benar, dank arena jauh didalam hati kita, kita tahu bahwa menggosip dan mudah berprasangka adalah salah, ini membuat kita sekamin tidak menyukai diri kita sendiri.

AKU HARUS MELIHAT BAGAIMANA RUPANYA

Ngomong-ngomong, inilah sebabnya mengapa ketika seseorang menyalip kita dijalan, kita ingin melihat bagaimana rupanya. Tindakan seperti itu sering mengundang berbagai penafsiran, namun jjika dia “terlihat” seperti seseorang yang melakukan itu dengan sengaja karena dia tidak menghargai kita, kita menjadi semakin marah. Kita menganggap dia memiliki tujuan tertentu dan bukan tidak disengaja. Jika pengemudinya adalah wanita tua bertubuh kecil, kita tidak akan terlalu marah, karena kita menganggap bahwa dia tidak melihat kita sehingga kita tidak menganggapnya sebagai persoalan pribadi. Selain itu, kita ingin melihat orang itu untuk menegaskan stereotip kita akan siapa orang yang mengemudi seperti itu, karena ini akan menguatkan perasaan kendali kita – kemampuan kita untuk “mengetahui” berbagai hal dan menjadi pihak yang benar.

Dengan penghargaan-diri yang rendah, kita akan berpikir, “orang itu sepertinya sengaja dan betul-betul tidak menghargaiku” walaupun sering pada otak bawah sadar.

Semakin kita menerima diri kita apa adanya, akan semakin mudah kita menerima keadaan dan kelemahan orang lain. Jika kita tidak menghormati diri kita sendiri, maka kita tidak akan bisa menghormati orang lain dan akhirnya orang lain pun akan kehilangan rasa hormatnya terhadap kita.

RESPECT YOURSELF, RESPECT OTHERS

Inspirasi seorang kawan baik, oleh Suyana Smart

Comments

  1. .... Alhamdulillah Smua telah di Atur.. dari Catatan Yg d buat d atas.. Nambah Kedewasa'an wat saya.. dan sa'at ini sy sedang mengalami-y.. trim's...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

BISNIS ANDA “SAMPINGAN ANDA VS HIDUP ANDA”

Ide ini muncul ketika seorang teman bertanya, bos klo mandang hidup itu kita harus setengah, setengah apa harus penuh hasrat bos……. Saya konstan menjawab teringat pesan Mbah ku bos, “Lop yu pull” yang artinya mencintaimu sepenuh hati, karena kalau kita hidup sedikit-sedikit, hidup sedikit-sedikit kenapa mesti sedikit-sedikit hidup jawabku dengan humor. Memang kalau kita menganggap bisnis anda sebagai usaha sampingan untuk menambah income itu tidak salah, toh kita juga membuka kesempatan bekerja bagi orang lain dan menyalurkan hobi kita. Karena menjadi Wirausahawan Murni adalah bukan mengenai modal saja, tetapi tekad dan kesiapan mental yang harus dimiliki secara KUAT, KONSISTEN, dan FOKUS, saya bilang itu tidak susah, tetapi hal itu juga tidak mudah. Oke untuk menjawab ke “Versusan” tadi untuk saat ini kita sharing tips saja, gimana jadi wirausahawan oplosan (bahasa saya), toh mengenai “sampingan atau hidup” tadi akan terdefinisi sendiri dalam bahasan ini, yang harus k...

MEMULAI KEPEKAAN USAHA

Ada beberapa hal yang harus diketahui untuk bisa sukses dalam usaha kita. William A. Ward pernah berkata, Ada empat langkah mencapai sukses, yakni perencanaan yang tepat, persiapan yang matang, pelaksanaan yang baik, dan tidak mudah menyerah. Gunakan falsafah Ward ini agar sukses. Perinciannya sbb: Ikuti perkembangan jaman. Bergabunglah dalam organisasi yang berkaitan dengan bisnis Kita. Banyak membaca dan gali informasi sebanyak mungkin. Internet akan banyak membantu Kita. Buat rencana keuangan. Catat semua pemasukan dan pengeluaran setiap harinya. Buat target jangka pendek dan jangka panjang. Jangan pernah menyerahkan kondisi keuangan pada nasib. Perhitungkan dengan matang. Perkirakan aliran uang tunai. Kita harus bisa memperkirakan aliran uang tunai, paling tidak tiga bulan ke depan. Jangan membuat anggarkan pengeluaran yang lebisar dari itu. Bentuk dewan penasehat atau cari tenaga ahli, untuk memberi ide, saran atau kritik terhada...

5 Milyarder Sederhana di Dunia

APA yang akan Anda lakukan jika menjadi milyarder yang memiliki banyak uang? Meski pun memiliki kekayaan senilai milyaran dolar AS, sejumlah milyader berikut ini memilih tidak menghambur-hamburkan harta mereka untuk menjalani gaya hidup mewah. Simak pelajaran yang dapat dipetik dari lima milyarder sederhana di dunia berikut ini, dalam membangun prinsip hidup hemat dan sederhana: 1. Warren Buffett Jutaan orang telah membaca buku yang ditulis Warren Buffett dan mengikuti setiap pergerakan perusahaannya, Berkshire Hathaway. Akan tetapi, rahasia sebenarnya dari kekayaan pribadi Buffett barangkali berasal dari kebiasaan hidup hematnya. Buffett, yang saat ini diperkirakan memiliki kekayaan senilai AS$ 47 milyar, menolak tinggal di rumah supermegah dan membeli barang-barang mewah. Dia masih tinggal di sebuah rumah sederhana di Omaha, Nebraska, yang dibelinya seharga AS$ 31.500 lebih dari 50 tahun silam. Meskipun dia telah bersantap di berbagai restoran terbaik di penjuru dunia...