Skip to main content

BISNIS ANDA “SAMPINGAN ANDA VS HIDUP ANDA”

Ide ini muncul ketika seorang teman bertanya, bos klo mandang hidup itu kita harus setengah, setengah apa harus penuh hasrat bos…….

Saya konstan menjawab teringat pesan Mbah ku bos, “Lop yu pull” yang artinya mencintaimu sepenuh hati, karena kalau kita hidup sedikit-sedikit, hidup sedikit-sedikit kenapa mesti sedikit-sedikit hidup jawabku dengan humor.

Memang kalau kita menganggap bisnis anda sebagai usaha sampingan untuk menambah income itu tidak salah, toh kita juga membuka kesempatan bekerja bagi orang lain dan menyalurkan hobi kita. Karena menjadi Wirausahawan Murni adalah bukan mengenai modal saja, tetapi tekad dan kesiapan mental yang harus dimiliki secara KUAT, KONSISTEN, dan FOKUS, saya bilang itu tidak susah, tetapi hal itu juga tidak mudah.


Oke untuk menjawab ke “Versusan” tadi untuk saat ini kita sharing tips saja, gimana jadi wirausahawan oplosan (bahasa saya), toh mengenai “sampingan atau hidup” tadi akan terdefinisi sendiri dalam bahasan ini, yang harus kita lakukan adalah:

1. Ketika ingin memulai usaha, kita harus punya modal OPTIMIS. Bila belum mulai sudah timbul banyak keraguan, saran saya jangan diteruskan. Kenapa? Ini akan mempengaruhi cara Kita dalam menjalankan Bisnis kita. Bisnis kita tidak akan bergerak GROWTH kalau kita tidak melakukan sesuatu, apalagi sedang berada diposisi mengambil keputusan saat2 genting yang mempertaruhkan Bisnis kita. Pernah mendengar IQ,EQ,SQ?... saya tambahkan lagi AQ (Adversity Question), yaitu kemampuan seseorang dalam mencari solusi atas permasalahan yg terjadi.

2. (saya belum tau rencana usaha dan pengalaman usaha anda, jadi mungkin saya jelaskan secara umum)

Entrepreneur Sejati... tidak akan tinggal diam tatkala usahanya sedang tidak sehat. Justru disinilah mereka ditantang kemampuan Entrepreneurship-nya. Pernah dengar istilah Ilmu KEPEPET?... pakailah ilmu ini ketika usaha kita sedang tidak bagus (tiba-tiba drop, dll). Dgn posisi KEPEPET otak kita akan dipacu tuk berpikir keras, begitu juga Adrenaline kita. Inilah yang disebut PASSION. Dalam keadaan KEPEPET seringkali ditemukan “Ide Briliant” kita. ini lah cara merangsang Otak Kanan kita. Apabila kita tidak merasa mampu untuk menanganinya sendiri, maka carilah mitra untuk bisnis kita. Kita tidak harus menjadi SUPERMAN yang bisa melakukan banyak hal sekaligus. Tapi bisa mencari rekanan yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang tidak dapat kita selesaikan. Disinilah fungsi dari Relasi berperan. Seringlah bersosialisasi, kalo bisa masuk dalam komunitas2 usaha, karena disini wadah kita untuk saling membantu.

3. Bisa saja punya Usaha sambil bekerja. asal Kita sudah mempunyai Skill Top Level Management, kekuatan Financial (yg cukup untuk usaha kita) dan SDM yg loyal dan dapat dipercaya. Disini kita hanya cukup membangun sistem, mencari relasi yg terkait dgn usaha kita, dan meng-evaluasi Bisnis kita secara berkesinambungan. Jangan sampai karena kita sudah percaya sama SDM, kita tidak pernah melakukan kontrol & evaluasi rutin.

4. Kalo sudah mentok bgt, tidak ada jalan keluarnya tatkala usaha DROP (walau kita sudah berupaya sekuat tenaga), saran saya jual bisnis anda selagi masih ada profit. Dan beralih ke Usaha lainnya. Ini biasa terjadi untuk usaha yg sifatnya musiman. Jangan berkecil hati karena akan membuat kita trauma akan dunia Bisnis. Contoh usaha yg seperti ini: Wartel.


Kita harus tanggap terhadap setiap perubahan yg terjadi. Karena Dunia Bisnis adalah Dunia yg Dinamis, jadi pertanyaan itu apakah hal ini mudah....apakah ini pun menjadi hal yang susah....terlepas hal tersebut hanya sebuah sampingan atau jalan hidup ..... just RENUNGKANLAH sahabat ........


Gatel jadi iseng ngu-quote:

“Bisnis itu seperti cermin diri kamu, kalau kamu baik dalam berbisnis tentu bisnis akan baik sama kamu, pahamilah diri kamu dan kamu akan bisa memahami bisnis”.


Salam Jabat Tangan Hangat,

Brother Beruang

Comments

Popular posts from this blog

Renungan Organisasi - Perdebatan 5 Jari Tangan

Kembali aku bertanya-tanya kemarin dan hari ini, mengenai ke egoisan dan ke eksistensialisan “manusia”, apakah memang kenyataan hidup bahwa manusia memang hidup harus di bawah / di atas orang lain, apakah kita terbiasa menjadi supertipikal dari tipikal dan sub tipikal, ataukah pilihannya menjadi supertipikal di subkultur?? Hahaha pertanyaan yang memusingkan…ya ya ya setidaknya tidak semua “manusia” memanusiakan dirinya. Pertanyaan itu terjawab ketika aku melihat organisasi super universal TUBUH MANUSIA, yg terdiri dari sel-sel, kenapa organisasi sel terbesar super universal itu selalu bisa berkerja secara berkesinambungan dan sinergi satu sama lain, jawab sepertinya karena mereka bekerja sama dan memahami satu sama lain. Ada sebuah contoh Cerita tentang salah satu bagian super universal TUBUH MANUSIA itu dan tentang bagaimana kerjasama terjadi, semoga bermanfaat. PERDEBATAN 5 JARI TANGAN Suatu ketika sebuah jari manis berkata kepada 4 rekan jarinya, "Akulah y...

Pemulung Bersahaja....

Semoga Bermanfaat........(dari blog seorang teman yang indah sekali) “Shalihah, mari kita tidur, ingat, seharian tadi kita begitu lelah mencari barang-barang rongsokan, coba kamu perhatikan wajah manis anak-anak kita” ucap sang suami kepada istrinya yang memang belum juga tertidur seperti sedang memikirkan sesuatu, dan sang istri hanya membalas dengan senyuman termanis. “Andai kesulitan adalah hujan dan kemudahan adalah matahari, maka kita perlu keduanya utk bisa melihat Pelangi, sebelum berfikir utk mencari solusi ttg masalah yg kita hadapi, maka berdo’alah kepada Allah yang pertama harus kita perbaiki” seorangayah.wp.com , Pinggiran Jalan di salah satu sudut Kota Jakarta, waktu menunjukkan pukul 21.30 sebuah keluarga pemulung tampak sedang bersiap untuk beranjak tidur Sementara, lalu lintas yang hanya berjarak 5 meter dari “rumah” mereka seperti tak pernah tidur, suara-suara kendaraan dengan klaksonnya yang selalu saja berlomba untuk minta di dengar dan tidak mau mengalah dengan k...

Kenapa Kita sering Kesal dan Gampang Marah??

Apa maksudnya ketika kita berkata kalau kita sakit hati? Atau tiba-tiba seseorang telah menyinggung perasaan atau mempermalukan kita? Apa maksudnya ketika kita menyebutkan sesuatu yang tak termaafkan atau seseorang bertindak kurang ajar atau tidak hormat? Yang kita katakan sebenarnya adalah perilaku orang lain membuat kita seakan-akan mengalami luka emosinal. Begitu kan? OKe, bagus! Yang jadi pertanyaanya sekarang, yaitu: Mengapa kita terluka karena situasi seperti itu? Mengapa kita peduli? Ada bahkan yang mengatakan sakit hati saja tidak cukup, kalau perlu dibalas perbuatan makluk tersebut? nah ini coba jawab Mengapa lagi? Mari kita pahami bersama pertanyaan-petanyaan mengapa ini. Apakah kita merasa terganggu ketika seseorang pengemudi lain memotong jalan? Ataukah ketika seseorang menolak, mengabaikan atau mempermalukan kita? Atau mencuri, berbohong pada kita, atau menghianati kita? Tentu saja kita merasa sakit hati, tertipu, dan marah, tetapi pertanyaannya adalah Mengapa? pembelaan y...