Skip to main content

Cermin Diri

“Suatu seruan, panggilan atukah marahan yang menyeringau keluar dari ujung jalan berpatah itu ……, biarkan semua berjalan, biarkan semua berubah, karena hanya satu yang akan menyatukan perbedaan yaitu kesempatan kita untuk kembali tidak berubah” itulah penggalan dari sok-sok-annya saya jadi orang yang berpujangga dan ber-filosofisism ajah.

Orang Tua pasti mempunyai pengharapan dan doa besar kepada anaknya, dasar pemikiran itu tertuang terkait dengan upaya orang tua untuk memberikan hadiah terindah sebuah indentitas eksistensialis, kalo kata Shakshpere "Apa artinya sebuah Nama", nah ini saya mo coba-coba artikan Pak Shakspere, apa sih harfiahnya aja maksud orang tua saya bikin nama Guntur Dewanto.

Guntur dalam kamus Besar Bahasa Indonesia artinya “guruh; gemuruh; suara yang menggelegar seperti ledakan di angkasa”, sedangkan di oxford learner’s pocket dictionary artinya “suatu suara keras yang disertai dengan kilatan cahaya atau petir”.

Dewa diartikan Kamus Besar Bahasa Indonesia “ruh yang diangan-angankan sebagi manusia halus yang berkuasa atas alam dan manusia; malaikat; makluk Tuhan yang terbuat dari cahaya dan diberi tugas mengendalikan alam semesta (beserta isinya); julukan atau sebutan untuk orang agung yang dipuja-puja”
atau
dewan yang diartikan “majelis atau badan yang terdiri dari beberapa anggota yang bertugas memberi nasehat, saran dan memutuskan segala sesuatu dengan musyawarah”.

To diartikan sebagai penegasan nama anak laki-laki dalam bahasa jawa.

Terlahir dari Rahim seorang Wanita Pejuang Sri Widayati,  
Dididik lingkungan dari Bapak yang seorang KOPASSUS IDEALIS, belajar di sekolah-sekolah dan universitas yang SANGAT DINAMIS, bermain-main di komunitas-komunitas JALANAN.....berteman dan berkeluarga dgn kalangan PENGUSAHA....berpasangan dgn seorang wanita RELIGIUS yang SABAR....mencari nafkah sampingan dlm lingkungan BIROKRASI sebagai abdi negara....Mempunyai seorang Adik yang cantik yang selalu memberikan semangat, dukungan, cinta dan cita-citanya Titiek Widya Arini. Kalau bukan karena Ibu, Bapak, dan Adikku.....Sekarang ini aku masih terkelam di dalam temaram



Harapan Kami,


Selama ini kami memang masih berusaha belum menghasilkan suatu signifikansi nilai yang dapat langsung di rasakan manfaatnya bagi masyarakat, tapi setidaknya kami mencoba, tidak hanya melalui dunia Maya, tetapi melalui gerakan trotoar kami berusaha.

Dalam menuju kearah kemandirian karakter "yang terencana" kami belajar di kehidupan bersama sebuah team solid bernama Srengenge Group, saat ini alhamdulillah kami sudah lebih dari  3 Tahun melakukan aktifitas bisnis dalam bidang Design Grafis, Percetakan, Digital Printing, Cutting Sticker, Konveksi, Usaha Kuliner (Bakmi Terang Bulan, Soto Kudus, Teh Poci, Sabun Curah, serta perdagangan-perdagangan Retailer kecil lainnya.


Terimakasih atas kepercayaan yang telah dibangun oleh Pelanggan semua.


Untuk Sharing bis:
Silahkan Contact,
Contact (021)92352972
atau YM di home web ini
FB: Keluarga Beruang


Brand Mark:
  1. Bakmi Terang Bulan (www.bakmiterangbulan.co.cc)
  2. Soto Kudus dan Pujasera Palm Square (www.pujaserapalmsquare.blogspot.com / www.pujaserajanger135.co.cc)
  3. Sabut Motto
  4. Percetakan dan Sticker (www.srengengestudio.co.cc)
  5. Toko Jung Besar (www.tokojungbesar.co.cc)

SEKARANG MARI BERUSAHA SELAYAKNYA SEORANG AGGRESIVE AMPHIBIAN 
(Semangattttt!!!)

Popular posts from this blog

Renungan Organisasi - Perdebatan 5 Jari Tangan

Kembali aku bertanya-tanya kemarin dan hari ini, mengenai ke egoisan dan ke eksistensialisan “manusia”, apakah memang kenyataan hidup bahwa manusia memang hidup harus di bawah / di atas orang lain, apakah kita terbiasa menjadi supertipikal dari tipikal dan sub tipikal, ataukah pilihannya menjadi supertipikal di subkultur?? Hahaha pertanyaan yang memusingkan…ya ya ya setidaknya tidak semua “manusia” memanusiakan dirinya. Pertanyaan itu terjawab ketika aku melihat organisasi super universal TUBUH MANUSIA, yg terdiri dari sel-sel, kenapa organisasi sel terbesar super universal itu selalu bisa berkerja secara berkesinambungan dan sinergi satu sama lain, jawab sepertinya karena mereka bekerja sama dan memahami satu sama lain. Ada sebuah contoh Cerita tentang salah satu bagian super universal TUBUH MANUSIA itu dan tentang bagaimana kerjasama terjadi, semoga bermanfaat. PERDEBATAN 5 JARI TANGAN Suatu ketika sebuah jari manis berkata kepada 4 rekan jarinya, "Akulah y...

Pemulung Bersahaja....

Semoga Bermanfaat........(dari blog seorang teman yang indah sekali) “Shalihah, mari kita tidur, ingat, seharian tadi kita begitu lelah mencari barang-barang rongsokan, coba kamu perhatikan wajah manis anak-anak kita” ucap sang suami kepada istrinya yang memang belum juga tertidur seperti sedang memikirkan sesuatu, dan sang istri hanya membalas dengan senyuman termanis. “Andai kesulitan adalah hujan dan kemudahan adalah matahari, maka kita perlu keduanya utk bisa melihat Pelangi, sebelum berfikir utk mencari solusi ttg masalah yg kita hadapi, maka berdo’alah kepada Allah yang pertama harus kita perbaiki” seorangayah.wp.com , Pinggiran Jalan di salah satu sudut Kota Jakarta, waktu menunjukkan pukul 21.30 sebuah keluarga pemulung tampak sedang bersiap untuk beranjak tidur Sementara, lalu lintas yang hanya berjarak 5 meter dari “rumah” mereka seperti tak pernah tidur, suara-suara kendaraan dengan klaksonnya yang selalu saja berlomba untuk minta di dengar dan tidak mau mengalah dengan k...

5 Milyarder Sederhana di Dunia

APA yang akan Anda lakukan jika menjadi milyarder yang memiliki banyak uang? Meski pun memiliki kekayaan senilai milyaran dolar AS, sejumlah milyader berikut ini memilih tidak menghambur-hamburkan harta mereka untuk menjalani gaya hidup mewah. Simak pelajaran yang dapat dipetik dari lima milyarder sederhana di dunia berikut ini, dalam membangun prinsip hidup hemat dan sederhana: 1. Warren Buffett Jutaan orang telah membaca buku yang ditulis Warren Buffett dan mengikuti setiap pergerakan perusahaannya, Berkshire Hathaway. Akan tetapi, rahasia sebenarnya dari kekayaan pribadi Buffett barangkali berasal dari kebiasaan hidup hematnya. Buffett, yang saat ini diperkirakan memiliki kekayaan senilai AS$ 47 milyar, menolak tinggal di rumah supermegah dan membeli barang-barang mewah. Dia masih tinggal di sebuah rumah sederhana di Omaha, Nebraska, yang dibelinya seharga AS$ 31.500 lebih dari 50 tahun silam. Meskipun dia telah bersantap di berbagai restoran terbaik di penjuru dunia...