
Kita beramal tentu selalu adalah dengan mengharapkan ridho Allah, karena dengan ridhonya kita mendapat sebuah tanda mata atas usaha kita di jalan-Nya yang dinamakan dengan pahala, apapun yang kita lakukan dengan ridho Allah selalu dan pasti terus dapat mendapat pahala yang akan di nisab di hari akhir kita. Mengharapkan pahala adalah sama halnya dengan mengharap ridho tapi tidak seperti mengharap surga atau karena takut kepada neraka.
Rasulullah SAW mengklasifikasikan derajat hamba-hamba Allah SWT dengan 3 tingkatan.
1. Derajat mukmin yg beribadah karena takut kepada neraka.
2. Derajat mukmin yg beribadah karena inginkan surga.
3. Derajat mukmin yg beribadah hanya karena menginginkan keridhoan Allah SWT.
Rasulullah SAW selalu berdoa untuk dihindarkan dari neraka, meminta surga, dan menginginkan Ridho Allah, Alqur’an pun menyebut ancaman dahsyat dan pedihnya siksa neraka, dan Alqur’an pula menyebut indahnya surga. Alqur’an menyebut pula janji Allah untuk memberikan siksaan pedih di Neraka bagi hamba-hamba Nya yg dhalim, dan setiap kali membaca ayat itu Rasul SAW berhenti dan berdoa mohon dihindarkan dari siksa neraka.
Menurutnya Ustad Yusuf Mansyur, setiap kita bersedakah, akan dijanjikan oleh Allah balasan minimal 10 kali lipat dari yang kita sedekahkan. Salah satu janji Allah ini bisa dibaca di Quran surat Al-An’am ayat 160 yang bunyinya :
“Barang siapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya dan barang siapa membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan)”.
Apa yang kita lihat dari matematika di bawah ini?
10 – 1 = 19
Ya, di sana kita akan melihat keganjilan hitungan matematis. Sebuah pengurangan yang justru menghasilkan penambahan. Kenapa begitu? Kenapa bukan 10-1 = 9? Inilah matematika sedekah, kita memberi dari apa yang kita punya, dan Allah akan mengembalikan lebih banyak lagi.
Matematika sedekah di atas, diambil dari Quran Surat Al-An`am ayat 160, Allah menjanjikan balasan 10X lipat bagi mereka yang mau berbuat baik (sedekah), bahkan dalam Quran Surat Al-Baqarah ayat 261, Allah menjanjikan hingga 700X lipat. (cara penghitungan ini sudah di anggap lumrah oleh sebagian orang yang memang untuk merasionalisasikan ide dan realitas yang ada sekarang)
Sebelumnya, kita sudah mengetahui, bahwa:
10 - 1 = 19
Maka, ketemulah ilustrasi matematika ini:
10 - 2= 28
10 - 3= 37
10 - 4= 46
10 - 5= 55
10 - 6= 64
10 - 7= 73
10 - 8= 82
10 - 9= 91
10 - 10= 100
singkatnya :
Tidak ada larangan beribadah dan bersedekat atau zakat karena menginginkan surga, namun memang derajat tertinggi adalah beribadah karena menginginkan Ridho Allah semata, meminta surga dan meminta dihindarkan dari Neraka.
Nah begitulah sahabat, saya kira apapun yang kita lakukan baik dengan keiklasan konvensional ataupun rasionalisasi keiklasan bukan berdasar pada atas pesan atau paksaan antar kita manusia yang harus mengetahui seberapa banyak anda bersedekah atau berzakat, tetapi pada harapan dapat untuk dapat dipertanggung jawabkan di akhirat kemudian. Sehingga nilai baik dari ibadah-ibadah kita dapat sampai kembali.
Mudah-mudahan kita menjadi yang selamat dunia akhirat, semoga
Amien…
Totok Guntur “Beruang” Dewanto
kinjungan balik nih
ReplyDelete