Skip to main content

Surga Bagi Orang Kaya yang Baik Hati – Penting dibaca!!

“Tuhan, berikanlah aku kebahagian dan kesejahteraan hidup di dunia dan kebahagiaan serta kebahagiaan hidup di akherat, dan jauhkanlah aku dari siksa api neraka.”


Kalimat diatas adalah doa yang paling sering dilafalkan oleh hampir semua orang. Tetapi apakah kita diajarkan bagaimana cara mencapai kebahagiaan di dua alam itu sekaligus, pendefinisian sederhana adalah selamatlah di dunia dan kau akan mendapat surga di langit-tentu dengan mempercayai trandensi kepada yang kholik. Kebahagiaan ini adalah pekerjaan besar untuk kita semua , terutama tentang bagaimana merubah mindset diri kita dan manusia Indonesia agar Negara ini tidak didera oleh siksa dunia dan siksa di akherat sekaligus.


Persoalan mendasar kehidupan adalah bukan hanya pada aktualisasi diri di dalam masyarakat manusia ini, tapi bagaimana manusia memenuhi kebutuhannya dengan sumber daya yang terbatas, dengan cara-caranya tersendiri dan gayanya masing-masing. Pemahaman pada sumber permasalahan ini membuat kita menemukan cara penyelesaian terbaik untuk selamat di dunia dan akhirat yaitu menuntaskan KEMERALARATAN dan KEMISKINAN, kedua hal ini hampir-hampir berkemungkinan besar akan MENJERUMUSKAN manusia dalam kekufuran, pertikaian, dan kebodohan, kami buta bahwa Tuhan telah memberikan kekayaan alam yang besar di laut, di gunung, dan di hutan bagi Indonesia. Laut kita kaya ikan, tetapi kita malas menciptakan industri-industri perikanan yang tangguh, hutan yang luas dan menghijau dijual dalam bentuk kayu gelondongan dan membiarkannya dicuri orang untuk kepentingan pribadi.


Tambang-tambang emas, logam-logam mulia, minyak dan batubara, “digadaikan” ke Negara lain dengan imbalan tak seberapa. Lahan-lahan pertanian dibiarkan untuk tidak menghasilkan yang terbaik. Kita miskin di sebuah Negara yang kaya raya haiiii rakyatttt.


Karena itu, janganlah berharap terlalu besar kepada Negara ini. Mereka, para pemimpin kita terlalu sempit waktunya untuk memikirkan masalah kita satu persatu, apalagi masa depan sebuah bangsa besar seperti ini. Mereka sibuk berpikir tentang rumah, apartemennya, gaya hidup, istri, dan anak-anaknya, juga warisan, karir politik dan jabatannya. Karena bagi kita orang yang berkeringat dan tertawa bahagia bersama rakyatnya adalah orang yang pantas disebut bapak/ayah kehidupan.


BANGKITLAH minimal untuk dirimu sendiri, BEKERJA KERASLAH untuk nasibmu. Lakukan dari hal-hal yang paling kecil yang bisa kita lakukan, double lakukan yang termudah mulai sekarang. Jadilah pebisnis-pebisnis handal, yang JUJUR, BERSAHAJA dan BERHATI MULIA bukan pedagang yang penuh TIPU MUSLIHAT dan PENIPU. Sedekahkanlah sebagian rejeki yang kau terima, karena TUhan akan menganjarmu dengan kehidupan yang lebih baik di langit. Tanamkan dalam pikiranmu mulai sekarang, BERBISNIS SEJAK BELIA, MUDA KAYA RAYA, TUA MASUK SORGA.


SEMOGA!!


TERIAKAN CITA-CITA KITA HARI INI JUGA SAHABAT

Salam Hangat Totalitas, semoga kemuliaan dan keberkahan selalu menjadi milik kita dunia akhirat.

Beruang-MWK

Comments

Popular posts from this blog

Renungan Organisasi - Perdebatan 5 Jari Tangan

Kembali aku bertanya-tanya kemarin dan hari ini, mengenai ke egoisan dan ke eksistensialisan “manusia”, apakah memang kenyataan hidup bahwa manusia memang hidup harus di bawah / di atas orang lain, apakah kita terbiasa menjadi supertipikal dari tipikal dan sub tipikal, ataukah pilihannya menjadi supertipikal di subkultur?? Hahaha pertanyaan yang memusingkan…ya ya ya setidaknya tidak semua “manusia” memanusiakan dirinya. Pertanyaan itu terjawab ketika aku melihat organisasi super universal TUBUH MANUSIA, yg terdiri dari sel-sel, kenapa organisasi sel terbesar super universal itu selalu bisa berkerja secara berkesinambungan dan sinergi satu sama lain, jawab sepertinya karena mereka bekerja sama dan memahami satu sama lain. Ada sebuah contoh Cerita tentang salah satu bagian super universal TUBUH MANUSIA itu dan tentang bagaimana kerjasama terjadi, semoga bermanfaat. PERDEBATAN 5 JARI TANGAN Suatu ketika sebuah jari manis berkata kepada 4 rekan jarinya, "Akulah y...

Pemulung Bersahaja....

Semoga Bermanfaat........(dari blog seorang teman yang indah sekali) “Shalihah, mari kita tidur, ingat, seharian tadi kita begitu lelah mencari barang-barang rongsokan, coba kamu perhatikan wajah manis anak-anak kita” ucap sang suami kepada istrinya yang memang belum juga tertidur seperti sedang memikirkan sesuatu, dan sang istri hanya membalas dengan senyuman termanis. “Andai kesulitan adalah hujan dan kemudahan adalah matahari, maka kita perlu keduanya utk bisa melihat Pelangi, sebelum berfikir utk mencari solusi ttg masalah yg kita hadapi, maka berdo’alah kepada Allah yang pertama harus kita perbaiki” seorangayah.wp.com , Pinggiran Jalan di salah satu sudut Kota Jakarta, waktu menunjukkan pukul 21.30 sebuah keluarga pemulung tampak sedang bersiap untuk beranjak tidur Sementara, lalu lintas yang hanya berjarak 5 meter dari “rumah” mereka seperti tak pernah tidur, suara-suara kendaraan dengan klaksonnya yang selalu saja berlomba untuk minta di dengar dan tidak mau mengalah dengan k...

Kenapa Kita sering Kesal dan Gampang Marah??

Apa maksudnya ketika kita berkata kalau kita sakit hati? Atau tiba-tiba seseorang telah menyinggung perasaan atau mempermalukan kita? Apa maksudnya ketika kita menyebutkan sesuatu yang tak termaafkan atau seseorang bertindak kurang ajar atau tidak hormat? Yang kita katakan sebenarnya adalah perilaku orang lain membuat kita seakan-akan mengalami luka emosinal. Begitu kan? OKe, bagus! Yang jadi pertanyaanya sekarang, yaitu: Mengapa kita terluka karena situasi seperti itu? Mengapa kita peduli? Ada bahkan yang mengatakan sakit hati saja tidak cukup, kalau perlu dibalas perbuatan makluk tersebut? nah ini coba jawab Mengapa lagi? Mari kita pahami bersama pertanyaan-petanyaan mengapa ini. Apakah kita merasa terganggu ketika seseorang pengemudi lain memotong jalan? Ataukah ketika seseorang menolak, mengabaikan atau mempermalukan kita? Atau mencuri, berbohong pada kita, atau menghianati kita? Tentu saja kita merasa sakit hati, tertipu, dan marah, tetapi pertanyaannya adalah Mengapa? pembelaan y...