“Tuhan, berikanlah aku kebahagian dan kesejahteraan hidup di dunia dan kebahagiaan serta kebahagiaan hidup di akherat, dan jauhkanlah aku dari siksa api neraka.”
Kalimat diatas adalah doa yang paling sering dilafalkan oleh hampir semua orang. Tetapi apakah kita diajarkan bagaimana cara mencapai kebahagiaan di dua alam itu sekaligus, pendefinisian sederhana adalah selamatlah di dunia dan kau akan mendapat surga di langit-tentu dengan mempercayai trandensi kepada yang kholik. Kebahagiaan ini adalah pekerjaan besar untuk kita semua , terutama tentang bagaimana merubah mindset diri kita dan manusia Indonesia agar Negara ini tidak didera oleh siksa dunia dan siksa di akherat sekaligus.
Persoalan mendasar kehidupan adalah bukan hanya pada aktualisasi diri di dalam masyarakat manusia ini, tapi bagaimana manusia memenuhi kebutuhannya dengan sumber daya yang terbatas, dengan cara-caranya tersendiri dan gayanya masing-masing. Pemahaman pada sumber permasalahan ini membuat kita menemukan cara penyelesaian terbaik untuk selamat di dunia dan akhirat yaitu menuntaskan KEMERALARATAN dan KEMISKINAN, kedua hal ini hampir-hampir berkemungkinan besar akan MENJERUMUSKAN manusia dalam kekufuran, pertikaian, dan kebodohan, kami buta bahwa Tuhan telah memberikan kekayaan alam yang besar di laut, di gunung, dan di hutan bagi Indonesia. Laut kita kaya ikan, tetapi kita malas menciptakan industri-industri perikanan yang tangguh, hutan yang luas dan menghijau dijual dalam bentuk kayu gelondongan dan membiarkannya dicuri orang untuk kepentingan pribadi.
Tambang-tambang emas, logam-logam mulia, minyak dan batubara, “digadaikan” ke Negara lain dengan imbalan tak seberapa. Lahan-lahan pertanian dibiarkan untuk tidak menghasilkan yang terbaik. Kita miskin di sebuah Negara yang kaya raya haiiii rakyatttt.
Karena itu, janganlah berharap terlalu besar kepada Negara ini. Mereka, para pemimpin kita terlalu sempit waktunya untuk memikirkan masalah kita satu persatu, apalagi masa depan sebuah bangsa besar seperti ini. Mereka sibuk berpikir tentang rumah, apartemennya, gaya hidup, istri, dan anak-anaknya, juga warisan, karir politik dan jabatannya. Karena bagi kita orang yang berkeringat dan tertawa bahagia bersama rakyatnya adalah orang yang pantas disebut bapak/ayah kehidupan.
BANGKITLAH minimal untuk dirimu sendiri, BEKERJA KERASLAH untuk nasibmu. Lakukan dari hal-hal yang paling kecil yang bisa kita lakukan, double lakukan yang termudah mulai sekarang. Jadilah pebisnis-pebisnis handal, yang JUJUR, BERSAHAJA dan BERHATI MULIA bukan pedagang yang penuh TIPU MUSLIHAT dan PENIPU. Sedekahkanlah sebagian rejeki yang kau terima, karena TUhan akan menganjarmu dengan kehidupan yang lebih baik di langit. Tanamkan dalam pikiranmu mulai sekarang, BERBISNIS SEJAK BELIA, MUDA KAYA RAYA, TUA MASUK SORGA.
SEMOGA!!
Salam Hangat Totalitas, semoga kemuliaan dan keberkahan selalu menjadi milik kita dunia akhirat.
Beruang-MWK
Comments
Post a Comment