Malam ini serasa asik juga membaca, menulis, mengamati, dan belajar, makin banyak belajar makin banyak gak tahunya, malah gawat ni klo jadi kontra produktip **sambil headbanging aja deh lagu ready to warnya - eminem**…. Membaca artikel blog seorang teman Fauzi Rachmanto membuat makin pusing kepala tentang bisnis dan kerja bakti, walau tidak sepenuhnya setuju dengan pengertian individualisnya aku berusaha menempatkan diri pada sisi lain kerja bakti dalam bisnis kita.
Negara NKRI ini dijelaskan sejarah lahir dari semua konsensi bersama founding fathers kita atas dasar keakraban pada perasaan senasib dan sepenanggungan, sehingga gotong royong serta kerja bakti menjadi pilihan utama mereka dalam membangun budaya dan system organisasi kenegaraan yang sampai saat ini kita rasakan (terlepas dari pembelokan sejarah dan system yang dilakukan oleh “oknum” bangsa kita), dimana kerja bakti ini selain dapat mempermudah penyelesaian tugas kewajiban, juga dapat memberikan nilai lebih terhadap persoalan bersama.
Kadang-kadang kerja bakti cukup melelahkan. Kita harus kerja keras berjam-jam untuk kepentingan bersama. Dimana pengharapan yang boleh dilakukan adalah imbalan untuk tidak mendapatkan imbalan.
Tujuan kerja bakti bukan untuk mencari uang sebenarnya adalah tidak benar juga, pengelolaan yang baik pada kerja bakti memberikan kontribusi yang positip terhadap perkembangan sejarah perekonomian dunia yang disebut kemudian “kerjasama”, contoh bagaimana china dengan prinsip-prinsip dagangnya menguasai hampir hulu dan hilir perdagangan di dunia, bagaimana kerjasama keras yang terpimpin dapat menumbuhkan nasionalisme dan juga idealism ekonomi pada saat yang bersamaan (contoh: koperasi, atau perusahaan-perusahaan besar yang hidup dan besar sekarang). So kerja bakti di dalam bisnis (baca: kerjasama) adalah hal yang harus dipertimbangkan untuk kita pelaku bisnis mengembangkan kebersamaan ini (walau secara polos memang tujuan bisnis adalah lebih kepada komersialisasi ide dan peluang).
Dalam realitas bisnis, “kerja keras tentu bukan for free” itu so pasti. Namun bekerja hanya untuk diri sendiri di dalam bisnis itu juga bukan hal yang baik, karena keterkaitan antar bisnis dan pelanggan kita juga merupakan sesuatu yang harus di bayar dengan mahal, dan hal itu tidak bisa di ukur dengan hanya “duit”. Jadi klo menurutku di bisnis ini Kerja keras = Duit, Duit = Pelanggan + Rekan Bisnis dan kemudian equalnya adalah Pelanggan + Rekan Bisnis itu nantinya akan = make more duit lagi, nah itu baru bisnis, kita senang semua senang, kecuali berdagang hanya untuk mengisi waktu luang dan memenuhi kebutuhan sendiri, bolehlah bisnis buat diri sendiri. Walau demikian untuk menciptakan suatu kerja bakti (baca: kerjasama) diatara pebisnis harus dimulai dengan memahami dulu maksud dari "Bisnis"itu sendiri dan common interst yang menyelimuti kita.
Menurut Brad Sugars, bisnis adalah suatu usaha komersial, yang menghasilkan profit, yang dapat berjalan tanpa kehadiran kita. Disini mulai jelas, usaha kita haruslah komersial, tapi dengan apa tanpa kehadiran kita itu dapat berjalan (kerjasama, tim, karyawan, rekan bisnis, pelanggan) dimana semua itu harus berjalan bersama untuk menghasilkan profit, dan bisakah berjalan sendiri?? Jadi coba kita lakukan sendiri self assessment sekarang, apakah bisnis Anda bisa berjalan dengan profitable, sekalipun Anda tinggal pergi jalan-jalan? Belum bisa? Nah itu harus dipikirkan bersama kekurangan anda dimana, Alhamdulillah aku sudah mulai menjalaninya, walaupun lom secara baik menjalankan prinsip-prinsip system kerjasama itu, tapi insya Allah lagi dalam perjalanan menuju kesana dengan berkerja sama.
Ingat keuntungan ataupun profit yang kita dapat dalam bisnis kita adalah bukan karena kemampuan kita saja yang terbatas, sepandai-pandainya kita melakukan strategi, perencanaan bisnis yang baik, tapi tidak didukung dengan dukungan karyawan, tim yang solid, pelanggan yang mau membeli produk kita tentunya bisnis hanya tinggal kenangan.
Apalagi di dalam kitab kita di jelaskan memperjangkan silahturahmi selain memperpanjang umur juga memperpanjang rejeki.
Salam Hangat Totalitas,
Semoga kita dapat berbisnis dengan bermartabat
Beruang
Comments
Post a Comment