Skip to main content

“KABAR DARI TIMUR NAN JAUH”

-tahun 2004 dalam pencarian keIndonesiaan-


Coba renungkan sejenak.

Sebuah singkat kata beranak kalimat sama.

Apakah ni baginya!nada-nada yang terlupa.

Dia yang dalam praksis buatnya jadi sekumpulan emosi-emosi,

Emosi yang tidak menuju jurusan ego city&keangkuhan pribadi.

Bersama kita tumbuh,Bercerai kita runtuh, bak anyam bambu.

Ingtkh dia nama Soekarno, KartoSuwiryo atau Semaun,

yang berjuang bersama walau cara berbeda.

Ataukah dia ingat nama Tino, Lisa, Susi atau yang tak tersebut.

Sebuah arti terkecil yang ada dijiwa&ruh pengabdi pada akhir jalan ini.

Apakah arti ini yang tumbuh subur dikeluarga, pertemanan&persahabatan?

Ataukah juga dikesungguhan, pengertian, gotong royong serta waktu kita?

Ingat dia disana yang sabar menanti layaknya ribuan tahun terbilang,

mendengar, merasakan&menjadi korban keserakahan yang hilang.

Hanya berharap bertahan, menunggu penghargaaan dan cinta kasih pada karunia tak terkira.

Dia.... ibu pertiwi bumi INDONESIA yang terlupakan oleh kita.


Alhamdulillah selesai juga beres-beres buku, walau total gak penting berapa, efeknya ratusan buku itu baru bermunculan sekarang, lumayan lah ya. Belum termasuk juga ratusan komik-komik hasil beli dari uang prestasi karena dapat rangking di sekolah dari SD sampai SMP dulu (seneng tuh Gramedia setiap Cawu pasti gw ngeborong), yang sekarang sudah pada hilang entah dimana rimbanya, sejak terakhir ku buka PERPUSTAKAAN KECIL di rumah pertengahan tahun 2003 silam, ambles gak berbalik tuh komik-komik karena pelanggannya kebanyakan anak-anak kecil komplek.


Alhamdulillah juga setelah liat sini liat sana, ada beberapa onggok tulisan-tulisan ku di notes dulu waktu remaja **narjis again** coba-coba di publish ah, dulu dah ada blog pa lom ye….ya setahu ku msh pake notesbloking.....hehehe


Mudah-mudahan sekarang sudah lebih mempunyai pemahaman karya ya lebih hebat dong....waduhh waduhhh Insya Allah atau setidaknya Lebih Hebat Sok Taunya......he3

Comments

Popular posts from this blog

Renungan Organisasi - Perdebatan 5 Jari Tangan

Kembali aku bertanya-tanya kemarin dan hari ini, mengenai ke egoisan dan ke eksistensialisan “manusia”, apakah memang kenyataan hidup bahwa manusia memang hidup harus di bawah / di atas orang lain, apakah kita terbiasa menjadi supertipikal dari tipikal dan sub tipikal, ataukah pilihannya menjadi supertipikal di subkultur?? Hahaha pertanyaan yang memusingkan…ya ya ya setidaknya tidak semua “manusia” memanusiakan dirinya. Pertanyaan itu terjawab ketika aku melihat organisasi super universal TUBUH MANUSIA, yg terdiri dari sel-sel, kenapa organisasi sel terbesar super universal itu selalu bisa berkerja secara berkesinambungan dan sinergi satu sama lain, jawab sepertinya karena mereka bekerja sama dan memahami satu sama lain. Ada sebuah contoh Cerita tentang salah satu bagian super universal TUBUH MANUSIA itu dan tentang bagaimana kerjasama terjadi, semoga bermanfaat. PERDEBATAN 5 JARI TANGAN Suatu ketika sebuah jari manis berkata kepada 4 rekan jarinya, "Akulah y...

Pemulung Bersahaja....

Semoga Bermanfaat........(dari blog seorang teman yang indah sekali) “Shalihah, mari kita tidur, ingat, seharian tadi kita begitu lelah mencari barang-barang rongsokan, coba kamu perhatikan wajah manis anak-anak kita” ucap sang suami kepada istrinya yang memang belum juga tertidur seperti sedang memikirkan sesuatu, dan sang istri hanya membalas dengan senyuman termanis. “Andai kesulitan adalah hujan dan kemudahan adalah matahari, maka kita perlu keduanya utk bisa melihat Pelangi, sebelum berfikir utk mencari solusi ttg masalah yg kita hadapi, maka berdo’alah kepada Allah yang pertama harus kita perbaiki” seorangayah.wp.com , Pinggiran Jalan di salah satu sudut Kota Jakarta, waktu menunjukkan pukul 21.30 sebuah keluarga pemulung tampak sedang bersiap untuk beranjak tidur Sementara, lalu lintas yang hanya berjarak 5 meter dari “rumah” mereka seperti tak pernah tidur, suara-suara kendaraan dengan klaksonnya yang selalu saja berlomba untuk minta di dengar dan tidak mau mengalah dengan k...

5 Milyarder Sederhana di Dunia

APA yang akan Anda lakukan jika menjadi milyarder yang memiliki banyak uang? Meski pun memiliki kekayaan senilai milyaran dolar AS, sejumlah milyader berikut ini memilih tidak menghambur-hamburkan harta mereka untuk menjalani gaya hidup mewah. Simak pelajaran yang dapat dipetik dari lima milyarder sederhana di dunia berikut ini, dalam membangun prinsip hidup hemat dan sederhana: 1. Warren Buffett Jutaan orang telah membaca buku yang ditulis Warren Buffett dan mengikuti setiap pergerakan perusahaannya, Berkshire Hathaway. Akan tetapi, rahasia sebenarnya dari kekayaan pribadi Buffett barangkali berasal dari kebiasaan hidup hematnya. Buffett, yang saat ini diperkirakan memiliki kekayaan senilai AS$ 47 milyar, menolak tinggal di rumah supermegah dan membeli barang-barang mewah. Dia masih tinggal di sebuah rumah sederhana di Omaha, Nebraska, yang dibelinya seharga AS$ 31.500 lebih dari 50 tahun silam. Meskipun dia telah bersantap di berbagai restoran terbaik di penjuru dunia...