Skip to main content

Catatan orang2 hebat (PWM 2010) II

..........Lanjutan Session 2
Jilid 1


SUSI PUJI ASTUTI:
  1. Decision is better than no decision, walaupun salah! Kesalahan bisa diperbaiki.
  2. Ijazah saya hanya SMP, tapi saya pekerjakan pilot dari 28 negara. Saya belajar ilmu dari 28 negara, jadi saya lebih pintar dari semua anak buah saya.
  3. Kalau yakin akan sebuah keputusan lakukan saja, walau 1.000 orang di sekitar menentang & mencemoohmu.
  4. Berangkat dengan mengenali kapasitas, kemampuan, dan ukuran diri sendiri.
  5. Saya mengerjakan hal-hal yang tidak dilakukan orang lain: membuat bandara di desa-desa, mengoperasikan pesawat baru ber-AC dgn pilot handal di pedalaman. Akhirnya armada lain dgn pesawat tua mati dengan sendirinya, dan saya jadi tidak punya pesaing.
  6. Mimpilah, then we go to the right direction to make the dream come true.


NUKMAN LUTHFIE:
  1. Saat ini di Indonesia terdapat 35 juta unique user/IP pengguna internet, kemungkinan jumlah riilnya sekitar 50 juta. 44% online setiap hari, 70% online lebih dari 2 jam.
  2. Pengusaha selalu cari tempat ramai di mana (calon) pembelinya berada. Wajib seorang pengusaha punya akun Facebook ( > 21 juta pengguna di Indonesia) & Twitter (> 5 juta).
  3. Walau Facebook & Twitter booming, haram seorang pebisnis tidak mengupdate blog. Minimal harus diupdate seminggu sekali.
  4. Biasakan tiap hari buka Google Trends & Google Analytics –> segera buka cabang di daerah pemberi kontribusi pengunjung terbanyak.
  5. Branding – Awareness – Consideration – Favorability – Purchase Intense – Purchase – Loyalty.
  6. Lakukan branding melalui website, iklan online, FB/Twitter, kartu nama, kaos, topi, buku, dll.
  7. Membuat buku itu penting!
  8. Keys to web brand loyalty: ease of navigation, fast response, … (lanjutannya tidak terkejar, mohon ada yang menambahkan ^_^)
  9. Killer of web brand loyalty: outdated information, slow response time, site downtime, poor customer service.
Berlanjut Jilid 2............

Comments

Popular posts from this blog

Renungan Organisasi - Perdebatan 5 Jari Tangan

Kembali aku bertanya-tanya kemarin dan hari ini, mengenai ke egoisan dan ke eksistensialisan “manusia”, apakah memang kenyataan hidup bahwa manusia memang hidup harus di bawah / di atas orang lain, apakah kita terbiasa menjadi supertipikal dari tipikal dan sub tipikal, ataukah pilihannya menjadi supertipikal di subkultur?? Hahaha pertanyaan yang memusingkan…ya ya ya setidaknya tidak semua “manusia” memanusiakan dirinya. Pertanyaan itu terjawab ketika aku melihat organisasi super universal TUBUH MANUSIA, yg terdiri dari sel-sel, kenapa organisasi sel terbesar super universal itu selalu bisa berkerja secara berkesinambungan dan sinergi satu sama lain, jawab sepertinya karena mereka bekerja sama dan memahami satu sama lain. Ada sebuah contoh Cerita tentang salah satu bagian super universal TUBUH MANUSIA itu dan tentang bagaimana kerjasama terjadi, semoga bermanfaat. PERDEBATAN 5 JARI TANGAN Suatu ketika sebuah jari manis berkata kepada 4 rekan jarinya, "Akulah y...

Pemulung Bersahaja....

Semoga Bermanfaat........(dari blog seorang teman yang indah sekali) “Shalihah, mari kita tidur, ingat, seharian tadi kita begitu lelah mencari barang-barang rongsokan, coba kamu perhatikan wajah manis anak-anak kita” ucap sang suami kepada istrinya yang memang belum juga tertidur seperti sedang memikirkan sesuatu, dan sang istri hanya membalas dengan senyuman termanis. “Andai kesulitan adalah hujan dan kemudahan adalah matahari, maka kita perlu keduanya utk bisa melihat Pelangi, sebelum berfikir utk mencari solusi ttg masalah yg kita hadapi, maka berdo’alah kepada Allah yang pertama harus kita perbaiki” seorangayah.wp.com , Pinggiran Jalan di salah satu sudut Kota Jakarta, waktu menunjukkan pukul 21.30 sebuah keluarga pemulung tampak sedang bersiap untuk beranjak tidur Sementara, lalu lintas yang hanya berjarak 5 meter dari “rumah” mereka seperti tak pernah tidur, suara-suara kendaraan dengan klaksonnya yang selalu saja berlomba untuk minta di dengar dan tidak mau mengalah dengan k...

5 Milyarder Sederhana di Dunia

APA yang akan Anda lakukan jika menjadi milyarder yang memiliki banyak uang? Meski pun memiliki kekayaan senilai milyaran dolar AS, sejumlah milyader berikut ini memilih tidak menghambur-hamburkan harta mereka untuk menjalani gaya hidup mewah. Simak pelajaran yang dapat dipetik dari lima milyarder sederhana di dunia berikut ini, dalam membangun prinsip hidup hemat dan sederhana: 1. Warren Buffett Jutaan orang telah membaca buku yang ditulis Warren Buffett dan mengikuti setiap pergerakan perusahaannya, Berkshire Hathaway. Akan tetapi, rahasia sebenarnya dari kekayaan pribadi Buffett barangkali berasal dari kebiasaan hidup hematnya. Buffett, yang saat ini diperkirakan memiliki kekayaan senilai AS$ 47 milyar, menolak tinggal di rumah supermegah dan membeli barang-barang mewah. Dia masih tinggal di sebuah rumah sederhana di Omaha, Nebraska, yang dibelinya seharga AS$ 31.500 lebih dari 50 tahun silam. Meskipun dia telah bersantap di berbagai restoran terbaik di penjuru dunia...