Skip to main content

Sebuah Mimpi yang Sangat tidak di Harapkan

Aku punya Seribu mimpi tertanam di kepalaku, bermula dari hanya satu mimpi, tiap hari layaknya sebuah bibit pohon....kusirami mimpi-mimpi itu dengan kata-kata hati walau ku pun tak paham apa kata hatiku sekarang maupun nanti. Ku pupuki dengan ide-ide akan gagasan mencari kemuliaan hati dan keindahan jiwa, selalu kurapihkan dedaunannya dengan informasi ataupun kesederhanaan pengetahuan, sampai suatu ketika bibit itu bertumbuh menjadi sebuah pohon….setidaknya itu namanya sekarang yang patut dibanggakan.

Pohon dengan keistimewaan peran memahami hakekat kewajiban jiwa, kebesaran batang menjadi tempat bergelutnya organ pohon dan makluk lainnya, sehingga tak terasa sudah ratusan ranting mimpi berkembang dari bibit menjadi pohon bergerak menjadi batang sehingga sekarang telah mengalirlah berbagai rupa dan gaya daun-daun itu dimana meraka saling menerpa, melengkapi, sinergi membakar dan menyaring udara-udara kotor ulah dia yang tidak memahami alam.

Tiba hingga suatu saat bahkan ku lihat pohon itu pun lebar membesar menumbuhkan ribuan daun kehijauan yang segar dan indah. Seketika itu juga ku yakin bahwa sebuah mimpi bisa menjadi ribuan mimpi, bahkan awal dari sebuah bibit mimpi yang baik seuntai titik menyembul dari balik rumpunan daun, makin yakin dengan tugas pembakaran klorofil dari daun yang indah, atau kebaikan suplai akar yang lancar akan nutrisi bagi buah, tidak menyangka sebuah itu bisa menjadi ratusan kembali.

Tidak terlupa yang terpenting uratnya menjalar menjadi akar yang mengakar.

Tiba-tiba seluruh mimpi itu menjadi ribuan mimpi bahkan berpotensi menjadi ratusan ribu mimpi terbayang, hingga suatu saat mereka datang mendesakku.......mereka hanya bilang kami ingin di semai di tanah yang lain, akhirnya bibit pun melanglang berbagi, menjadi jalan kemuliaan bagi semua orang. Entah Pohon mereka kecil atau besar, tetapi yang terpenting pohon mimpi itu dapat digunakan sebagaimana semestinya, krn berawal dari hati dan berakhir menjadi akar hati…….

Selamat Berkebun Hati Sahabat
Keluarga Beruang

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Renungan Organisasi - Perdebatan 5 Jari Tangan

Kembali aku bertanya-tanya kemarin dan hari ini, mengenai ke egoisan dan ke eksistensialisan “manusia”, apakah memang kenyataan hidup bahwa manusia memang hidup harus di bawah / di atas orang lain, apakah kita terbiasa menjadi supertipikal dari tipikal dan sub tipikal, ataukah pilihannya menjadi supertipikal di subkultur?? Hahaha pertanyaan yang memusingkan…ya ya ya setidaknya tidak semua “manusia” memanusiakan dirinya. Pertanyaan itu terjawab ketika aku melihat organisasi super universal TUBUH MANUSIA, yg terdiri dari sel-sel, kenapa organisasi sel terbesar super universal itu selalu bisa berkerja secara berkesinambungan dan sinergi satu sama lain, jawab sepertinya karena mereka bekerja sama dan memahami satu sama lain. Ada sebuah contoh Cerita tentang salah satu bagian super universal TUBUH MANUSIA itu dan tentang bagaimana kerjasama terjadi, semoga bermanfaat. PERDEBATAN 5 JARI TANGAN Suatu ketika sebuah jari manis berkata kepada 4 rekan jarinya, "Akulah y...

Pemulung Bersahaja....

Semoga Bermanfaat........(dari blog seorang teman yang indah sekali) “Shalihah, mari kita tidur, ingat, seharian tadi kita begitu lelah mencari barang-barang rongsokan, coba kamu perhatikan wajah manis anak-anak kita” ucap sang suami kepada istrinya yang memang belum juga tertidur seperti sedang memikirkan sesuatu, dan sang istri hanya membalas dengan senyuman termanis. “Andai kesulitan adalah hujan dan kemudahan adalah matahari, maka kita perlu keduanya utk bisa melihat Pelangi, sebelum berfikir utk mencari solusi ttg masalah yg kita hadapi, maka berdo’alah kepada Allah yang pertama harus kita perbaiki” seorangayah.wp.com , Pinggiran Jalan di salah satu sudut Kota Jakarta, waktu menunjukkan pukul 21.30 sebuah keluarga pemulung tampak sedang bersiap untuk beranjak tidur Sementara, lalu lintas yang hanya berjarak 5 meter dari “rumah” mereka seperti tak pernah tidur, suara-suara kendaraan dengan klaksonnya yang selalu saja berlomba untuk minta di dengar dan tidak mau mengalah dengan k...

Kenapa Kita sering Kesal dan Gampang Marah??

Apa maksudnya ketika kita berkata kalau kita sakit hati? Atau tiba-tiba seseorang telah menyinggung perasaan atau mempermalukan kita? Apa maksudnya ketika kita menyebutkan sesuatu yang tak termaafkan atau seseorang bertindak kurang ajar atau tidak hormat? Yang kita katakan sebenarnya adalah perilaku orang lain membuat kita seakan-akan mengalami luka emosinal. Begitu kan? OKe, bagus! Yang jadi pertanyaanya sekarang, yaitu: Mengapa kita terluka karena situasi seperti itu? Mengapa kita peduli? Ada bahkan yang mengatakan sakit hati saja tidak cukup, kalau perlu dibalas perbuatan makluk tersebut? nah ini coba jawab Mengapa lagi? Mari kita pahami bersama pertanyaan-petanyaan mengapa ini. Apakah kita merasa terganggu ketika seseorang pengemudi lain memotong jalan? Ataukah ketika seseorang menolak, mengabaikan atau mempermalukan kita? Atau mencuri, berbohong pada kita, atau menghianati kita? Tentu saja kita merasa sakit hati, tertipu, dan marah, tetapi pertanyaannya adalah Mengapa? pembelaan y...