Skip to main content

Apakah Pelanggan Anda Membeli Berdasarkan Harga?

Harga sebenarnya hanya merupakan refleksi dari nilai, dan nilai adalah lebih dari sekedar produk mentah. Nilai adalah tentang perasaan prospek Anda tentang apa yang akan mereka dapatkan ketika mereka membeli dari Anda. Berikut adalah sebuah kisah mengenai hal ini.

Yasin adalah seorang penata rambut yang menjalankan usaha salon di jalan utama kota selama tujuh tahun. Dia telah dikenal baik oleh masyarakat dan memiliki reputasi yang baik untuk kekonsistenannya, kesopanan dan level pelayanannya. Dia mengenakan biaya sebesar Rp.12.000 untuk jasa potong rambutnya dan ia merasa bahwa kliennya telah mendapatkan deal yang memuaskan, apalagi dia tidak pernah menaikkan harganya dalam lima tahun terakhir ini.

Bisnisnya berjalan sangat baik, hingga suatu hari ia memandang ke seberang jalan dan melihat seorang pendatang baru membuka salon baru. Ia berpikir, "tidak masalah, ini tidak lebih dari sebuah kompetisi yang sehat, klien saya setia kepada saya dan mereka tidak akan meninggalkan saya, karena kekonsistenan, kesopanan dan pelayanan saya.”

Beberapa minggu berlalu dengan dampak yang sangat sedikit pada bisnisnya hingga suatu hari ia melihat keluar jendela depan dan terkejut. Ia melihat sebuah tulisan yg besar berkata, "potong rambut Rp.7.000", Yasin hampir mengalami serangan jantung! Dia tahu bahwa tidak mungkin dia bisa bersaing dengan harga Rp.7.000 biaya pokoknya lebih dari itu. Tulian itu menandakan awal dari keakhirannya.

Beberapa dilewati Yasin dengan gelisah memikirkan suatu cara agar ia bisa melawan manuver yang agresif itu, Yasin benar-benar tidak tahu bagaimana ia bisa menghentikan kliennya secara perlahan-lahan berpindah ke penata rambut yang baru, ia hanya bisa merasakan perbedaan harga, sementara secara keahlian tidak terlalu berbeda. Yasin bahkan sudah mempertimbangkan secara serius untuk menutup salon-nya selagi ia masih berada di depan, hingga akhirnya sebuah jawabannya tiba-tiba muncul di tengah malam.

Keesokan paginya Yasin bangun lebih pagi, ia bergegas ke toko peralatan untuk mendapatkan cat dan sikat, ada percikan semangat dalam langkahnya dan ekspresi keyakinan dan kelegaan ketika dia mulai menulis di jendela depan salonnya. Menurut Anda inspirasi apa yang terbersit di otak Yasin yang membuatnya merasa aman tentang bisnisnya dan kliennya?

Tulisan di jendela salon James berkata, "Kami Perbaiki Potong Rambut yang Rp.7.000!!!!"

Moral dari cerita ini adalah prospek tidak hanya membeli berdasarkan harga saja, apa yang mereka beli adalah NILAI dan KEYAKINAN - Keyakinan akan Anda dan produk Anda.

ActionCoach South Jakarta

Comments

Popular posts from this blog

Renungan Organisasi - Perdebatan 5 Jari Tangan

Kembali aku bertanya-tanya kemarin dan hari ini, mengenai ke egoisan dan ke eksistensialisan “manusia”, apakah memang kenyataan hidup bahwa manusia memang hidup harus di bawah / di atas orang lain, apakah kita terbiasa menjadi supertipikal dari tipikal dan sub tipikal, ataukah pilihannya menjadi supertipikal di subkultur?? Hahaha pertanyaan yang memusingkan…ya ya ya setidaknya tidak semua “manusia” memanusiakan dirinya. Pertanyaan itu terjawab ketika aku melihat organisasi super universal TUBUH MANUSIA, yg terdiri dari sel-sel, kenapa organisasi sel terbesar super universal itu selalu bisa berkerja secara berkesinambungan dan sinergi satu sama lain, jawab sepertinya karena mereka bekerja sama dan memahami satu sama lain. Ada sebuah contoh Cerita tentang salah satu bagian super universal TUBUH MANUSIA itu dan tentang bagaimana kerjasama terjadi, semoga bermanfaat. PERDEBATAN 5 JARI TANGAN Suatu ketika sebuah jari manis berkata kepada 4 rekan jarinya, "Akulah y...

Pemulung Bersahaja....

Semoga Bermanfaat........(dari blog seorang teman yang indah sekali) “Shalihah, mari kita tidur, ingat, seharian tadi kita begitu lelah mencari barang-barang rongsokan, coba kamu perhatikan wajah manis anak-anak kita” ucap sang suami kepada istrinya yang memang belum juga tertidur seperti sedang memikirkan sesuatu, dan sang istri hanya membalas dengan senyuman termanis. “Andai kesulitan adalah hujan dan kemudahan adalah matahari, maka kita perlu keduanya utk bisa melihat Pelangi, sebelum berfikir utk mencari solusi ttg masalah yg kita hadapi, maka berdo’alah kepada Allah yang pertama harus kita perbaiki” seorangayah.wp.com , Pinggiran Jalan di salah satu sudut Kota Jakarta, waktu menunjukkan pukul 21.30 sebuah keluarga pemulung tampak sedang bersiap untuk beranjak tidur Sementara, lalu lintas yang hanya berjarak 5 meter dari “rumah” mereka seperti tak pernah tidur, suara-suara kendaraan dengan klaksonnya yang selalu saja berlomba untuk minta di dengar dan tidak mau mengalah dengan k...

5 Milyarder Sederhana di Dunia

APA yang akan Anda lakukan jika menjadi milyarder yang memiliki banyak uang? Meski pun memiliki kekayaan senilai milyaran dolar AS, sejumlah milyader berikut ini memilih tidak menghambur-hamburkan harta mereka untuk menjalani gaya hidup mewah. Simak pelajaran yang dapat dipetik dari lima milyarder sederhana di dunia berikut ini, dalam membangun prinsip hidup hemat dan sederhana: 1. Warren Buffett Jutaan orang telah membaca buku yang ditulis Warren Buffett dan mengikuti setiap pergerakan perusahaannya, Berkshire Hathaway. Akan tetapi, rahasia sebenarnya dari kekayaan pribadi Buffett barangkali berasal dari kebiasaan hidup hematnya. Buffett, yang saat ini diperkirakan memiliki kekayaan senilai AS$ 47 milyar, menolak tinggal di rumah supermegah dan membeli barang-barang mewah. Dia masih tinggal di sebuah rumah sederhana di Omaha, Nebraska, yang dibelinya seharga AS$ 31.500 lebih dari 50 tahun silam. Meskipun dia telah bersantap di berbagai restoran terbaik di penjuru dunia...